Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2016

Perbandingan Pemikiran Filsafat Pendidikan Menurut Para Filsuf Muslim

Para filsuf itu memiliki persamaan dalam beberapa hal. Dalam hal tujuan pendidikan, mereka menekankan pentingnya kesempurnaan akal dan jiwa manusia. Tujuan pendidikan adalah untuk mempertinggi akal dan mencapai kesemepurnaan jiwa. Tujuan tertinggi adalah kebahagiaan dan memperoleh pengetahuan tentang Tuhan (ma’rifatullah). Mereka membagi ilmu menjadi ilmu agama (naqli) dan rasional (‘aqli).

Pendidikan Menurut Naquib Al-Attas

Naquib al-Attas lahir di Bogor, 1931. Terkenal sebagai cendekiawan Malaysia yang mengumandangkan Islamisasi ilmu. Ia mendirikan Lembaga Pemikiran Islam Internasional di Malaysia. 

Pendidikan Menurut Ibn Khaldun

Ibn Khaldun nama lengkapnya Abdullah Abdurrahman Abu Zayd Ibn Muhammad Ibn Khaldun. Dilahirkan di Tunisia 732 H./1332 M. 

Pendidikan Menurut Al-Ghazali

Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad alGhazali, lahir 450 H/1059 M. dan wafat 505 H/1111 M. Tujuan pendidikan menurut alGhazali adalah memperoleh keutamaan dalam agama dan akhlak untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. 

Pendidikan Menurut Filsafat Mulla Shadra

Mulla Sadra adalah seorang ahli filsafat Persia yang ternama. Ia mensintesiskan filsafat, tasawuf, kalam, dan sains syar’iy. Ia pendiri mazhab Muta’alihin (Transcendent Theosophy). Karyanya yang terkenal adalah al-Asfar al-‘Arba’ah (Empat Perjalanan). 

Pendidikan Menurut Filsafat Suhrawardi

Sihabuddin Suhrawardi dijuluki sebagai Sheik al-Isyraq, pendiri mazhab iluminasi. Ia menegaskan pentingnya pendidikan manusia seutuhnya sebagai tujuan filsafat. Baginya seluruh hidup ini diorientasikan kea rah pencapaian pengetahuan melalui proses pendidikan dalam pengertian universal istilah tersebut.

Pendidikan Menurut Filsafat Ikhwan Al-Shafa

Ikhwan al-Shafa berarti persudaraan suci, suatu kelompok rahasia yang memfokuskan perhatiannya pada bidang intelektual dan spiritual. Menurut Abu Hayyan al-Tauhidi, kelompok ini sudah terkenal di Basyrah sekitar tahun 373 H./983 M.